Selasa, 03 April 2012

My Best Friends

Gue kenal mereka disaat gue mengijak bangku sekolahan. Beberapa dari mereka gue kenal dari gue SMP. Entah mengapa gue baru deket banget sama dua orang ini pas kita SMA. Kita deket banget itu pas kita kelas 2SMA di salah satu SMA didepok tentunya. Seiring jalannya waktu semakin lam kita semakin deket, entah karena hal apa yang membuat kita dekat sampai sekarang. Dari awal sampe sekarang kita bertemen, yang ada beberapa orang itu hanya tersisa 4 orang dari kita yang dulu sering ngumpul. Mungkin karena alasan kesibukan masing-masing yang membuat kita semakin menjauhh.. *hikss Duluu, kita menamakan "genk" kita itu UGD alias Unit Gorengan Darurat. Nama itu terbentuk berawal dari kegemaran kita semua pada makanan yang bernama gorengan. Entah keluar dari mulut siapa nama itu.
UGD itu ada 6personel. ada gue, fio, vany, ines, dyta, dan adharini. 



Baru pulang sekolah, langsung maen dengan wajah yang seperti pabrik minyak -_-


alayers total dengan muka yang super duper dekil 

narsistik  (:
gue, ines, adharini, fio, dyta, dan vany
dan sedihnya sekarang tinggal berempat ):


Sebenernya masiih banyak banget foto menggelikan ini, tapi muka udah ga cukup tebal buat sharenya.. hahhahahha

Sabtu, 01 Oktober 2011

Tugas Lintas Budaya

 NAMA : ANDRANINGSIH
KELAS : 3PA04
NPM : 10509623





1. Pengertian penelitian Lintas Budaya : penelitian lintas budaya berfokus pada kajian tentang berbagai bentuk interaksi antara individu-individu dari berbagai kelompok budaya yang berbeda. Penelitian ini mengambil interaksi manusia sehari-hari sebagai bagian dari budaya yang perlu dicermati karena, sebagaimana halnya dengan pemahaman antropologis yang memandang budaya sebagai keseluruhan cara hidup (way of life).

2. Apa hubungannya lintas budaya dengan ilmu lain ( contoh antropologi, sosial, dll. Berikan contoh nya! ) : Lintas budaya mempelajari tentang manusia dengan budaya-budaya yang mereka miliki sendiri. Beraneka ragam budaya yang ada diDunia. Sama halnya dengan Lintas Budaya, Antropologi juga mempelajari tentang manusia dengan budayanya.

3. Seperti apakah Etnosentri dalam psikology ? - Menurut Matsumoto (1996) etnosentrisme adalah kecenderungan untuk melihat dunia hanya melalui sudut pandang budaya sendiri. Dengan adanya etnosentrisme, kelompok yang terlibat konflik dengan kelompok lain akan saling dukung satu sama lain.

4. Kesamaan dan perbedaan antar budaya dalam hal transmisi budaya melalui enkulturasi dan sosialisasi ?    Kesamaan antara enkulturasi dan sosialisasi dalam hal transmisi budaya yaitu dimana enkulturasi dan sosialisasi sama-sama memperkenalkan budaya baru pada masyarakat
Perbedaanya yaitu bila enkulturasi adalah proses pengenalan norma yang berlaku dalam masyarakat tanpa mencampuradukannya dalam budaya asing. Sedangkan sosialisasi adalah proses bagaimana seorang individu memperkenalkan norma – norma yang ada di masyarakat agar bisa di terima oleh masyarakat.

       a. Kesamaan dan perbedaan antar budaya dalam hal transmisi budaya melalui masa remaja -
           Kesamaan - Remaja adalah golongan manusia manusia muda yang masih memerlukan pembinaan dan  pengembangan kearah yang lebih baik, jadi remaja harus dibimbing dalam mempelajari budaya, karena transmisi budaya biasa nya terjadi melalui proses meniru atau ikut-ikutan. Perbedaannya Remaja mempunyai caranya masing-masing untuk mempelajari budaya. Misalnya dengan mencontoh budaya yang dia lihat sendiri.


       b.Kesamaan dan perbedaan dlm hal transmisi budaya dalam perkembangan moral -  Perkembangan moral didasarkan terutama pada penalaran moral dan berkembang secara bertahap.

       c.Kesamaan dan perbedaan dlm hal transmisi budaya melalui konteks sosial dan masyarakat -  bahwa budaya pun perlu melalui konteks sosial dan masyarakat,karena melewati kontekosial itulah budaya berkembang.

      d.Kesamaan dan perbedaan antar budaya dlm hal transmisi budaya dalam hal konfromitas - Kesamaan : masyarakat disuatu tempat yang mematuhi peraturan yang ada disuatu lingkungan. Perbedaan : masyarakat disuatu tempat yang tidak mau mematuhi peraturan disuatu lingkungan.




sumber: www.google.com

Jumat, 08 April 2011

Penyesuaian Diri dan Pertumbuhan

Kelompok 1
Aaron Dicky Taruna P 13509785
- Ahmad Nur Sidik 13509020
- Adlan Handayana 15509832
- Afriyan Thahir 13509399
- Aisa Mutia 11509852
- Andraningsih 10509623
- Anes Eka Widya P 10509673
- Arimbi Winda P14509008
- Arum Pandan Sari 14509887
- Bastian Gotama 13509885
A. Menjelaskan konsep penyesuaian diri
Penyesuaian diri adalah konspe yang di deskripsikan sebagai adaptasi dan mempertahankan eksistensinya atau bisa survive dan memperoleh kesejahteraan jasmaniah dan rohaniah, serta dapat mengadakan relasi yang memuaskan dengan tuntutan sosial. Penyesuaian dapat juga diartikan sebagai konformitas, sehingga bisa mengatasi segala macam konflik, kesulitan, dan frustrasi-frustrasi secara efisien.
B. Menjelaskan beberapa konsep yang berkaitan dengan pertumbuhan personal :
- Penekanan pertumbuhan, penyesuain diri dan pertumbuhan
Pertumbuhan adalah perubahan secara fisiologis sebagai hasil dariproses pematangan fungsi-fungsi fisik yang berlangsung secara normal padaanak yang sehat pada waktu yang normal. Pertumbuhan dapat juga diartikansebagai proses transmisi dari konstitusi fisik (keadaan tubuh atau keadaanjasmaniah)
yang herediter dalam bentuk proses aktif secaraberkesinambungan. Jadi, pertumbuhan berkaitan dengan perubahan kuantitatifyang menyangkut peningkatan ukuran dan struktur biologis.
Secara umum konsep perkembangan dikemukakan oleh Werner (1957)bahwa perkembangan berjalan dengan prinsip orthogenetis, perkembangan berlangsung dari keadaan global dan kurang berdiferensiasi sampai keadaan di mana diferensiasi, artikulasi, dan integrasi meningkat secara bertahap. Proses diferensiasi diartikan sebagai prinsip totalitas pada diri anak. Dari penghayatan totalitas itu lambat laun bagian-bagiannya akan menjadi semakin nyata dan bertambah jelas dalam kerangka keseluruhan.
- Variasi dalam pertumbuhan
Tidak selamanya individu berhasil dalam melakukan penyesuaian diri, karena kadang-kadang ada rintangan-rintangan tertentu yang menyebabkan tidak berhasil melakukan penyesuaian diri. Rintangan-rintangan itu mungkin terdapat dalam dirinya atau mungkin diluar dirinya.
- Kondisi-kondisi untuk bertumbuh
Kondisi jasmaniah seperti pembawa dan strukrur atau konstitusi fisik dan temperamen sebagai disposisi yang diwariskan, aspek perkembanganya secara intrinsik berkaitan erat dengan susunan atau konstitusi tubuh. Shekdon mengemukakan bahwa terdapat kolerasi yang tinggi antara tipe-tipe bentuk tubuh dan tipe-tipe tempramen (Surya, 1977). Misalnya orang yang tergolong ekstomorf yaitu yang ototnya lemah, tubuhnya rapuh, ditandai dengan sifat-sifat menahan diri, segan dalam aktivitas sosial, dan pemilu. Karena struktur jasmaniah merupakan kondisi primer bagi tingkah laku maka dapat diperkirakan bahwa sistem saraf, kelenjar, dan otot merupakan faktor yang penting bagi proses penyesuaian diri. Beberapa penelitian menunjukan bahwa gangguan dalam sisitem saraf, kelenjar, dan otot dapat menimbulkan gejala-gejala gangguan mental, tingkah laku, dan kepribadian. Dengan demikian, kondisi sistem tubuh yang baik merupakan syaraf bagi tercapainya proses penyesuaian diri yang baik. Disamping itu, kesehatan dan penyakit jasmaniah juga berhubungan dengan penyesuaian diri, kualitas penyesuaian diri yang baik hanya dapat diperoleh dan dipelihara dalam kondisi kesehatan jasmaniah yang baik pula. Ini berarti bahwa gangguan penyakit jasmaniah yang diderita oleh seseorang akan mengganggu proses penyesuaian dirinya.
- Fenomenologi pertumbuhan
Fenomenologi memandang manusia hidup dalam “dunia kehidupan” yang dipersepsi dan diinterpretasi secara subyektif. Setiap, orang mengalami dunia dengan caranya sendiri. “Alam pengalaman setia orang berbeda dari alam pengalaman orang lain.” (Brouwer, 1983:14 Fenomenologi banyak mempengaruhi tulisan-tulisan Carl Rogers, yang boleh disebut sebagai-_Bapak Psikologi Humanistik. Carl Rogers menggarisbesarkan pandangan Humanisme sebagai berikut (kita pinjam dengan sedikit perubahan dari Coleman dan Hammen, 1974:33):

Senin, 04 April 2011

Kuliah !!!!

Kuliah gue sekarang sudah memasuki masa-masa terberat menurut gue. Sekarang sudah mulai banyak kerja lapangan, wawancara, observasi, dan sebagainya itu. Belom lagi sekarang gue udah harus mulai bikin PI ( penelitian ilmiah ). Gue sekarang udah harus serius buat ngejalanin kuliah. Emang si dari dulu sebenernya gue udah mulai sibuk, cuma sekarang kayaknya waktu gue akan lebih banyak habis didunia perkuliahan. 

Tapi, kesibukan gue juga harus tetep diselingi sama kesenangan. misalnya ngumpul bareng keluarga dan sahabat-sahabat gue. Walaupun mungkin nanti waktunya jadi lebih sedikit.


Tapi gue seneng sam rutinitas gue ini. Ini adalah salah satu cobaan yang harus gue hadapi demi meraih impian dan cita-cita gue menjadi seorang Psikolog.

Semoga, suatu saat nanti gue bisa nulis diblog ini dengan perubahan. Misalnya, nama gue jadi Andraningsih S.psi.... Aminnn ya Allah. 

Jumat, 25 Maret 2011

Tugas Kesehatan Mental

NAMA    :Andraningsih
NPM       :10509623
KELAS    :2pa04

Kelompok B 

Braham H. Maslow (1908-1970)Abraham H. Maslow lahir dan besar di Brooklyn, dimana orangtuanya tinggal setelah beremigrasi dari Russia. Padaawalnya keluarga Maslow sangat miskin tetapi secara pesat meningkat pada lingkungan ³kelas menengah´, karenaayah Maslow yang seorang pengusaha pada akhirnya dapat menjadi sukses. Ketikapertama kali sampai di Wiconsin dia sangat antusias terhadap Watson dan teorinya tentang ³behavior´. Setelahpenelitiannya dengan ³monyet´, Maslow melakukan studi paralel tentang manusia, dengan menemukan banyak kesamaan (Maslow 1968). Pada suatu saat di tahun 1941, setelah Pearl Harbor diserang oleh Jepang, Maslowmengatakan bahwa ia menyerah telah mengambil jalan yang egois. Dia mempunyai visi yang lain tentang manusiadan sekitarnya. Maslow sangat tertarik pada teori Freud dan Gestalt dengan konsep organisme dilihat dari pertumbuhannya, tetapiwalaupun begitu, studinya tentang filsafat meyakinkannya bahwa kesejahteraan seorang manusia tidak akanditemukan dalam konsep behaviorisme ataupun psikoanalisis.
Manusia Pada Dasarnya Baik Pertama, menurut Maslow, manusia mempunyai suatu struktur psikologis yang penting yang ada pada struktur fisik mereka : mereka mempunyai ³kebutuhan, kapasitas, dan kecenderungannya berdasarkan genetik.´ Sebagiankarakteristik ini adalah tipikal pada semua manusia; dan sebagian ada yang "unik pada individual.´ Kebutuhan ini,kapasitas, dan kecenderungan yang sangat utama baik atau sedikitnya netral, mereka bukanlah sifat yang jahat.Dugaan ini pada salah satu novel Maslow, para penulis telah mengira bahwa kebutuhan manusia ataukecenderungannya jelek atau antisosial dan harus diatasi melalui latihan dan sosialisasi (ahli agama mengemukakansebagai dosa; konsep Freud tentang Id).Kedua, kesehatan dan perkembangan yang diinginkan termasuk aktualisasi karakteristik ini atau potensi-potensiorang yang berfungsi sepenuhnya. Kematangan orang ³sepanjang garis bahwa ini tersembunyi, rahasia, secarasamar-samar melihat sifat penting, tumbuh dari dalam dibandingkan menjadi pembentukan dari luar´ (Maslow,1954).Ketiga, menurut Maslow, psikopatologi berasal dari frustrasi, pengingkaran, atau guncangan sifat alami manusia.Hal ini berarti bahwa psikoterapi atau terapi yang dilakukan adalah mengarah pada aktualisasi diri danpengembangan pribadi individu atau ´inner nature´ (Maslow 1954).


Hirarki Kebutuhan dari Maslow
Harga Diri Kebutuhan Psikologis (Dicintai, Diterima, Memiliki) Rasa Aman Kebutuhan 

Fisiologis Aktualisasi Diri
 Kebutuhan FisiologisSebagian kebutuhan fisiologis adalah homeostatik dalam alami (mencoba untuk memelihara yang seimbang antaraelemen yang berbeda). Sebagai contoh, melalui asupan makanan dan air, tubuh mencoba untuk memelihara berbagaimacam keseimbangan dalam darah dan jaringan tubuh seperti isi dari garam, gula, protein, dan substansi yang lain. Sebagai contoh,, melalui asupan makanan dan air, tubuh mencoba untuk memelihara berbagaimacam keseimbangan dalam darah dan jaringan tubuh seperti isi dari garam, gula, protein, dan substansi yang lain.

Kebutuhan Dicintai dan Mencintai
Maslow mengemukakan bahwa kita mempunyai ³kecenderungan seperti binatang untuk berkumpul, bergerombol, bergabung, untuk menjadi anggota´ (1970) yang telah frustrasi ³oleh kebijakan mobilitaskita, gangguan pada kelompok tradisional, menyebar pada keluarga-keluarga, kelompok generasi, orang urban yangmenetap dan penghilangan dari desa yang menghadapi dan kesimpulan yang dangkal dari persahabatan di Amerika´. Kebutuhan Rasa Harga DiriKebutuhan rasa harga diri ada dua set. Set pertama meliputi kebutuhan untuk kuat, penguasaan, kompetensi, percayadiri, dan mandiri. Set yang kedua meliputi kebutuhan untuk gengsi, dalam merasakan hormat dari orang lain; status;ketenaran; dominan; orang penting; bermartabat; dan penghargaan.
Kepribadian yang sehat menurut Maslow
1. Menerima realitas secara tepat
    Kepribadian-kepribadian yang tidak sehat mengamati dunia menurut ukuran-ukuran subyektif mereka    
    sendiri, memaksa dunia untuk mencocokannya dengan bentuk ketakutan-ketakutan, kebutuhan-kebutuhan
     dan nilai-nilai. Semakin objektif kita mampu menggambarkan kenyataan, maka semakin baik kemampuan
    kita untuk berpikir secara logis, untuyk mencapai kesimpulan-kesimpulan yang tepat, dan pada umumnya
    untuk menjadi efisien secara intelektual.
2. Menerima diri dan orang lain apa adanya
    Orang-orang yang mengaktualisasikan diri menerima diri mereka. Kelemahan-kelemahan dan kekuatan-
    kekuatan mereka tanpa keluhan atas kesusahan. Sesungguhnya, mereka tidak terlampau banayk
    memikirkannya. Meskipun individu-individu yang sangat sehat ini memiliki kelemahan–kelemahan atau
    cacat-cacat, tetapi mereka tidak merasa malu atau merasa bersalah terhadap hal-hal tersebut.
    Karena orang-orang sehat ini begitu menerima kodrat mereka, maka mereka tidak harus mengubah atau
    memlsukan diri mereka. Mereka santai dan puas denagn diri mereka dan penerimaan ini berlaku bagi
    semua tingkat kehidupan.
3. Bertidak secara spontan dan alamiah, tidak dibuat-buat
    Pengaktualisasian diri bertingkah laku secara terbuka dan langsung tanpa berpura-pura. Kita dapat
    mengatakan bahwa orang-orang ini bertingkah laku secara kodrati yakni sesuai dengan kodrat mereka.
    Dalam situasi dimana ungkapan perasaan yang wajar dan jujur dapat menyakitkan orang lain, atau dimana
    hal tersebut tidak penting, maka untuk sementara mereka mengekang persaaan-perasaan itu. Jadi, mereka
    tidak sengaja menjadi tidak konvensional atau memberontak, mereka tidak mau mencari kesenangan dalam
    mencemoohkan dengan sengaja aturan-aturan dan adapt-adat social.
4. Memusatkan pada masalah-masalah bukan pada perseorangan
    Orang yang mengaktualisasikan diri mencintai pekerjaan mereka dan berpendapat bahwq pekerjaan itu
    tentu saja cocok untuk mereka. Pekerjaan mereka adalah sesuatu yang ingin mereka lakukan; tentu,
    sesuatu yang harus mereka lakuakn tidak semata-mata suatu pekerjaan untuk mendapat penghasilan.
5. Memiliki kekuasaan dan tidak bergantung pada orang lain
    Orang-orang yang mengaktualisasikan diri memiliki suatu kebutuhan yang kuat untuk pemisahan dan
    kesunyian. Mereka tidak tergantung pada orang-orang lain untuyk kepuasan mereka dan dengan demikian
    mungkin mereka menjauhkan diri dan tidak ramah. Tingkah laku dan perasaan meeka sangatt egosentris
    dan terarah kepada dir mereka sendiri.
6.Memiliki ruang untuk diri pribadi
   Pengaktualisasian diri untuk berfungsi secara otonom terhadap lingkungan social dan fisik. Kepribadian-
   kepribadian yang sehat dapat berdiri sendiri dan tingkat otonomi mereka yang tinggi menaklukan mereka,
   agak tidak mempan terhadap krisis atau kerugian. Kemalangan-kemalangan yang dapat mengahncurkan
   orang-orang yang sehat mungkin hamper tidak dirasakan oleh mereka. Mereka mempertahankan suatu
   ketenangan dasar di tengah apa yang dilihat oleh orang-orang yang kurang sehay sebagai malapetaka.
7. Menghargai dan terbuka akan pengalaman-pengalaman dan kehidupan baru
    Menghargai pengalaman-pemgalaman tertentu bagaimanapun seringnya pengalaman itu terulang, dengan
    suatu perasaan kenikmatan yang segar, perasaan terpesona dan kagum. Suatu pandangan yang bagus atau
    menyegarkan terhadap dorongan setiap hari untuk bekerja. Sebagai akibatnya, mereka merasa kurang
    pasti, tetapi senantiasa berterima kasih terhadap apa yang mereka miliki dan dapat mereka alami.
8. Memiliki pengalaman-pengalaman yang memuncak
    Dimana orang-orang yang mengaktualisasikan diri mengalami ekstase, kebahagiaan, perasaan terpesona
    yang hebat dan meluap-luap, sama seperti pengalaman-pengalaman keagamaan yang mendalam.
    Maslow menunjukan bahwa tidak semua pengalaman puncak itu sangat kuat; dapat juga ada pengalaman-
    pengalaman yang ringan. Pengalaman- pengalaman yang ringan ini kadang- kadang dapat terjadi pada kita
    semua.
9. Memiliki identitas sosial dan minat sosial yang kuat
    Orang- orang yang sehat mengetahui bahwa mereka dapat mencapai hal- hal dengan lebih baik daripada 
    orang-orang lain dan bahwa mereka melihat dan memahamii hal- hal itu dengan lebih jelas.mereka mungkin
    kerapkali merasa tertekan atau marah karena tingkah laku orang- orang lain yang bodoh, lemah, atau kasar
    tetapi mereka cepat memahami dan memaafkannya.
10. Memiliki relasi yang akrab dengan beberapa teman
      Mampu mengadakan hubungan yang lebih kuat dengan orang- orang lain daripada orang- orang yang 
      memiliki kesehatan jiwa yang biasa.mereka memiliki cinta yang lebih besar dan persahabatan yang lebih 
      dalam, dan identifikasi yang lebih sempurna dengan individu-individu lain.
11. Mengarah pada nilai-nilai demokratis
     Orang yang sehat membiarkan dan menerima semua orang tanpa memperhatkan kelas social, tingkat 
     pendidikan, golongan politik atau agama, ras, atau warna kulit.mereka sangat siap mendengarkan atau 
     belajar dari dari siapa saja yang dapat mengajarkan sesuatu kepada mereka.
12. Memiliki nilai-nilai moral yang tangguh
      Dapat membedakan dengan jelas antara sarana dan tujuan. Bagi mereka, tujuan atau cita- cita jauh lebih 
      penting daripada sarana untuk mencapainya.mereka juga sanggup membedakan antara baik dan buruk, 
      benar dan salah. Orang yang kurang sehat kerapkali bingung atau tidak konsisten dalam hal- hal etis, 
      terombang- ambing, atu berganti-ganti antara benar dan salah menurut keuntungannya.
13.Memiliki rasa humor yang tinggi
     Orang-orang yang kurang sehat menertawakan 3 macam humor, humor permusuhan yang menyebabkan 
     seseorang merasa sakit, humor superioritas yang mengambil keuntungan dari rasa rendah diri dari orang 
     lain atau kelompok dan humor pemberontakan terhadap penguasa yang berhubungan dengan suatu situasi 
     Oedipus atau percakapan cabul.
14. Menemukan hal-hal baru, ide-ide segar, dan kreatif
      kreatifitas merupakan suatu sifat yang diharapkan seseorang dari pengaktualisasi- pengaktualisaasi diri 
      mereka adalah asli, inventif, dan inovatif, meskipun tidak selalu dalam pengertian menghasilkan suatu 
      karya seni. Maka kreatifitas lebih merupakan suatu sikap, suatu ungkapan kesehatan psikologis dan lebih 
      mengenai cara bagaimana kita mengamati dan beraksi terhadap dunia dan bukan mengenai hasil-hasil 
      yang sudah selesai dari suatu karya seni
15.Memiliki integritas tinggi yang total
     Pengaktualisasi – pengaktualisasi diri dapat berdiri sendiri atau pun otonom, mampu melawan dengan baik
     pengaruh- pengaruh social, untuk berpikir atau bertindak menurut cara- cara tertentu. Akan tetapi mereka 
     tidak terus terang menenrang kebudayaan. Daftar kualitas-kualitas pribadi yang hebat ini mungkin 
     tampaknya seperti suatu pernyataan yang berlebihan atau karikatur dari kepribadian yang sangat sehat.

3.     Perbedaan Meta needs dengan Deficiency needs 
   Kebutuhan meta disebut being need karena kebutuhan memberikan sumbangan yang lebih besar untuk tumbuh dan berkembang, dalam bentuk kesehatan yang lebih baik, usia panjang, dan memperluas efisiensi biologis. 
   Kebutuhan dasar disebut deficiency need karena kegagalan untuk memuaskan kebutuhan dasar mengakibatkan individu merasakan kekurangan sesuatu.
4.     Ciri aktualisasi diri
o   Mereka mampu melihat realitas secara lebih baik dan efisien.
o   Mampu menerima diri sendiri dan orang lain.
o   Spontanitas, kesederhanaan, kewajaran.
o   Berfokus pada masalah.
o   Kebutuhan akan privasi dan independensi.
o   Berfungsi secara otonom.
o   Apresiasi yang senantiasa segar.
o   Memiliki pengalaman mistik/ spiritual yang mendalam
o   Perasaan empati dan afeksi yang kuat terhadapsesama manusia.
o   Perasaan empati dan afeksi yangkuat terhadap sesama manusia.
o   Hubungan antar pribadi.
o   Struktur watak demokratis.
o   Membedakan antara sarana dan tujuan, antara baik dan buruk.
o   Kreativitas.
o   Resistensi terhadap inkulturasi.

Kelompok C 

1. Pengertian dasar teori fromm
 
Teori Erich fromm adalah teori yang menggunakan pendekatan sosial psikologis dimana pemusatan perhatianya pada penguraian cara-cara dimana struktur dan dinamika-dinamika masyarakat tertentu membentuk para anggotanya sehingga karakter para anggota tersebut sesuai dengan nilai yang ada pada masyarakat

2. Kepribadian yang sehat menurut  Fromm

Kepribadian sehat menurut Eric from adalah penyesuaian diri seseorang dalam masyarakat merupakan  kompromi antara kebutuhan-kebutuahn batin dan tuntutan dari luar dan seseorang menerapkan kerakter  sosial untuk memenuhi harapan masyarakat kepribadian sehat juga adanya keinginan untuk mencintai dan di  cintai. Kepribadian yang sehat adalah orientasi produktif. Konsep itu menggambarkan penggunaan yang sangat  penuh atau realisasi dari potensi manusia. Dengan menggunakan kata “orientasi”, Fromm menunjukkan  bahwa kata itu merupakan suatu sikap umum atau segi pandangan yang meliputi semua segi kehidupan,  renspons-respons intelektual, emosional, dan sensoris terhadap orang-orang, benda-benda, dan peristiwa- peristiwa didunia dan terhadap diri.

3. Ciri-ciri kepribadian sehat menurut Fromm

1. Cinta yang produktif

Cinta yang produktif berarti memperhatikan (dalam pengertian memelihara mereka), sungguh-sungguh memperhatikan kesejahteraan mereka, dan membantu pertumbuhan dan perkembangan mereka. Hal ini berarti memikul tanggung jawab untuk orang-orang lain, dalam pengertian mau mendengarkan kebutuhan-kebutuhan mereka juga orang-orang yang dicintai dipandang dengan respek dan menerima individualitas mereka, mereka dicintai menurut siapa dan apa adanya. Dan untuk menghormati mereka, kita harus memiliki pengetahuan penuh terhadap mereka, kita harus memahami mereka siapa dan apa secara objektif.

2. Pikiran yang produktif

Pemikir produktif didorong oleh perhatian yang kuat terhadap objek pikiran. Fromm percaya bahwa semua penemuan dan wawasan yang hebat melibatkan pikiran objektif, dimana pemikir-pemikir didorong oleh ketelitian, dan perhatian untuk menilai secara objektif seluruh masalah.  

3. Kebahagiaan merupakan prestasi (kita) yang paling hebat. 

Fromm membedakan dua tipe suara hati otoriter dan suara hati humanistis. Suara hati otoriter adalah penguasa dari luar yang diinternalisasikan, yang memimpin tingkah laku orang itu. Penguasa itu dapat berupa orang tua, Negara, atau suara kelompok lainnya yang mengatur tingkah laku melalui ketakutan orang itu terhadap hukuman karena melanggar kode moral dari penguasa. Suara hati humanistis ialah suara dari diri dan bukan dari suatu perantara dari luar. Pedoman kepribadian sehat untuk tingkah laku bersifat internal dan individual. Orang bertingkah laku sesuai dengan apa yang cocok untuk berfungsi sepenuhnya dan menyingkap seluruh kepribadian, tingkah laku-tingkah laku yang menghasilkan rasa persetujuan dan kebahagiaan dari dalam. Jadi, kepribadian yang sehat dan produktif memimpin dan mengatur diri sendiri
4, Perkembangan kepribadian " self "
Self disebut pula self concept, merupakan persepsi dan nilai – nilai individu tentang dirinya atau hal – hal lain yang berhubungan dengan dirinya. Self meliputi dua hal,
(a) Self real, merupakan gambaran sebenarnya tentang dirinya yang nyata,
(b) Ideal self, merupakan apa yang menjadi kesukaan, harapan, atau yang idealisasi tentang dirinya.

5. Peranan positive regard dalam pembentukan kepribadian individu.
Positive Regard adalah suatu kebutuhan yang memaksa dan dimiliki semua Sorang. Semua anak terdorong untuk mencari positive regard. Akan tetapi tidak setiap anak akan menemukan kepuasan yang cukup akan kebutuhan yang ini. Anak puas kalau dia menerima kasih sayang, cinta, dan persetujuan dari orang lain, tetapi ia akan kecewa kalau dia menerima celaan dan kurang mendapat cinta dan kasih sayang.

6. ciri-ciri orang yang berfungsi sepenuhnya

· Keterbukaan pada pengalaman
· Kehidupan Eksistensial
· Kepercayaan terhadap organisme orang sendiri

· Perasaan Bebas
· Kreativitas

Sabtu, 19 Maret 2011

Marcell – Takkan Terganti

Telah lama sendiri
Dalam langkah sepi
Tak pernah kukira bahwa akhirnya
Tiada dirimu di sisiku
[*]
Meski waktu datang dan berlalu
Sampai kau tiada bertahan
Semua takkan mampu mengubahku
Hanyalah kau yang ada di relungku
[**]
Hanyalah dirimu
Mampu membuatku jatuh dan mencinta
Kau bukan hanya sekedar indah
Kau tak akan terganti
Tak pernah ku duga bahwa akhirnya
Tergugat janjimu dan janjiku
Back to [*][**] 2x
Kau tak akan tergant

Vierra - Seandainya

Kelak kau ‘kan menjalani hidupmu sendiri
Melukai kenangan yang telah kita lalui
Yang tersisa hanya aku sendiri di sini
Kau akan terbang jauh menembus awan
Memulai kisah baru tanpa diriku
Reff:
Seandainya kau tahu ku tak ingin kau pergi
Meninggalkan ku sendiri bersama bayanganku
Seandainya kau tahu aku ‘kan selalu cinta
Jangan kau lupakan kenangan kita selama ini
Kelak kau ‘kan menjalani hidupmu sendiri
Melukai kenangan yang telah kita lalui
Kau akan terbang jauh menembus awan
Memulai kisah baru tanpa diriku
Back to Reff:
Selama ini…